Mengenal Pink Tax, Perbedaan Harga Produk Perempuan dan Laki-Laki

Data SIM Card Bocor di Pasar Gelap, Kominfo Penyebabnya?


Hanya 1,3 miliar data pendaftaran. kartu SIM kartu diduga bocor ke forum pasar gelap. Ini benar informasi menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas pernyataan ini?

ayosimak artikel Finansialku selanjutnya untuk informasi lebih lanjut!

1,3 miliar data kartu SIM Kartu Kebocoran pasar gelap

Kebocoran data telah menjadi masalah yang sangat akut dan akhir-akhir ini menarik perhatian masyarakat umum. Setelah dugaan kebocoran data pelanggan IndiHome dan PLN, isu terbaru kembali mengemuka.

Kali ini giliran data kartu SIM kartu Dilaporkan bahwa operator seluler milik pelanggan telah bocor ke pasar gelap. Tidak main-main, jumlah data kartu SIM yang bocor telah mencapai sekitar 1,3 miliar.

Masalah ini muncul setelah seorang pengguna Twitter men-tweet tentang dugaan kebocoran data SIM. kartu. Tweetnya mengatakan

Cominfo dituduh membocorkan data dari kartu SIM Kartu

Perhatian publik saat ini ada di pesta informasi sebagai pihak yang paling bertanggung jawab. Penyebab dalam tweet jelas tertulis bahwa data SIM kartu datang dari mereka.

Selain itu, akses ke data SIM pengguna kartu saat ini hanya dari Kominfo, Dukcapil dan Operator Seluler.

Namun, saat menjawab pertanyaan tersebut, Cominfo akhirnya angkat bicara. Timnya saat ini sedang melakukan pencarian untuk menyelidiki dugaan kebocoran tersebut.

[Baca Juga: Kebocoran Data PLN dan IndiHome, Ini Langkah Pemerintah!]

Selain itu, mereka juga dengan tegas menyangkal bahwa kebocoran data terjadi di pihak mereka. Karena Cominfo sendiri tidak memiliki aplikasi untuk menyimpan data SIM kartu baik sebelumnya maupun sebenarnya.

“Pencarian menunjukkan bahwa Kementerian Telekomunikasi dan Komunikasi Massa tidak memiliki aplikasi untuk memposting kredensial prabayar dan pascabayar”, kata Cominfo, meluncurkan situs kompas.com (01/09).

“Kita dapat menyimpulkan bahwa data tersebut tidak berasal dari Kementerian Telekomunikasi dan Komunikasi Massa”, tambahkan mereka

Selain itu, Cominfo masih melakukan penyelidikan tambahan. Terutama mengenai sumber data dan masalah lain yang terkait dengan kebocoran data.

“Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai sumber data dan masalah lain terkait dugaan pelanggaran data.”

Kebocoran data sudah terjadi sejak 2017

Pakar keamanan dunia maya Pusat Penelitian Keamanan Sistem Komunikasi dan Informasi (CISSRec) Pratama Persadha pun angkat bicara.

Menurut Pratama, pengunduhan bocoran data tersebut terjadi sejak Selasa siang, 31 Agustus 2022. Pihak yang membocorkan informasi tersebut tak lain adalah akun “Björk”, yang juga masih terkait dengan kebocoran data pelanggan indiHome.

Björk mengakui bahwa data SIM kartu Mereka telah berhasil beroperasi sejak 2017.

Pada saat itu, Kominfo memperkenalkan kebijakan yang mengharuskan pengguna kartu SIM untuk kartu untuk mendaftarkan nomor. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Oktober 2017.

Selain itu, Björk juga memberikan sampel data sebanyak 1,5 juta data milik masyarakat Indonesia.

“Jika dicek, sampel data yang diberikan berisi 1.597.830 baris berisi data registrasi kartu SIM milik orang Indonesia. konten disajikan sebagai NIK (nomor identifikasi kependudukan), nomor ponsel, nama penyedia dan tanggal pendaftaran. ujar Pratama saat melansir kontan.co.id (1/09).

Selain itu, penjual juga menyertakan harga mulai dari $50k hingga $70k, dan transaksi dapat dilakukan melalui cryptocurrency.

Yang tak kalah mengejutkan adalah, setelah dilakukan pengecekan secara acak, nomor tersebut masih aktif. Jadi perkiraan datanya cukup andal.

Anda juga dapat mengetahui apakah nomor Anda termasuk dalam 1,5 juta sampel data dengan memeriksanya melalui https://www.checkdata.com

Umpan balik dan saran ahli untuk mengatasi masalah ini

Sebagai langkah mengatasi masalah tersebut, Pratama mengusulkan agar pemerintah Kominfo dalam hal ini segera melakukan audit dan investigasi forensik digital.

Langkah ini dapat membantu mencari tahu dari mana kebocoran data mungkin berasal.

“Tidak mungkin jika tidak ada yang memiliki data yang bocor ini. Namun, jika kita melihat data sampel yang datanya diterima dari semua operator, maka hanya Cominfo yang harus memiliki data ini, tetapi kita perlu memastikan terlebih dahulu”, dia berkata.

Hambatan Upaya Keamanan Data di Indonesia

Isu ini sekali lagi membuktikan bahwa kedaulatan data di Indonesia masih cukup lemah. Hal tersebut juga berdampak pada upaya pengamanan data yang belum optimal.

Pratama menegaskan, ketiadaan UU Perlindungan Pribadi juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh. Jadi dengan kebocoran data seperti ini, kita tidak tahu siapa yang bertanggung jawab.

Negara sebagai penyelenggara sistem elektronik (ESO) harus mengambil langkah nyata untuk melindungi data pribadi dari publik.

“PSE harus memberikan keamanan yang maksimal, misalnya dengan menggunakan enkripsi/enkripsi data pribadi orang. Paling tidak, lakukan pembelaan sebaik mungkin atas nama baik institusi atau perusahaan.” dia menambahkan.

[Baca Juga: Apa Itu PSE Kominfo? Membuat WA dan Instagram Hampir Diblokir!]

Data yang ada di kartu SIM Kartu

Masalah kebocoran data kartu SIM kartu ini tentu bukan masalah sepele. Karena berisi informasi penting mengenai pengguna.

Beberapa data meliputi nomor telepon, NIK, nama, pemberisebelum tanggal pendaftaran kartu SIM.

Jika sampai ke pihak yang tidak bertanggung jawab, akan sangat berisiko disalahgunakan untuk kepentingan tertentu, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan kejahatan.

Waspadai risiko kebocoran data pribadi

Kita hanya bisa berharap bahwa pemerintah dalam hal ini, Cominfo akan dapat menyelesaikan masalah ini secepat mungkin.

Hal ini dikarenakan data pribadi pengguna sangat rentan disalahgunakan oleh berbagai pihak.

Saat ini,dari sini kita juga bisa belajar bagaimana melindungi data pribadi agar tidak terjadi kebocoran data.

Sedapat mungkin, kita harus mengantisipasi kemungkinan orang lain mengakses data pribadi kita.

Misalnya, Anda dapat menambahkan tindakan keamanan ke perangkat yang ada dengan memasang pin kata sandisidik jari dan lainnya.

Berbicara mengenai pembobolan data, ada hal lain yang tak kalah penting untuk Anda waspadai, yaitu: menguras keuangan.

Seringkali kelalaian kita yang tidak menuliskan dan tidak anggaran keuangan mendapatkan uang yang kami kehabisan di suatu tempat.

Akibatnya, uang itu terlambat dan sekali lagi dibelanjakan! Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda perlu sangat buat anggaran keuangan mulai sekarang!

Jika Anda masih bingung bagaimana gimana caranya, coba cari tau dulu ayo bagaimana untuk mendapatkan buku Elektronik Keuangan saya di bawah. ayolangsung unduh satu klik spanduk-miliknya!

Banner Promosi E-Book Cara mengatur anggaran dengan benar - HP

Demikian informasi bocoran data kartu SIM di pasar gelap. Jadi apa pendapat Anda tentang informasi ini? Jangan takut untuk menulis di komentar!

Redaktur: Ratna Sri H.

Sumber referensi:

  • Ruli R. Ramley. 1 September 2022 Cominfo, dituduh sebagai penyebab miliaran kebocoran data “kartu SIM”: “Kami tidak memiliki aplikasi untuk menyimpan data pendaftaran. Kompas.com – https://bit.ly/3B7FSox
  • Lailatul Anisa. 1 September 2022 Kebocoran data registrasi kartu SIM 1,3 miliar, begitu kata pengamat. Kontan.co.id – https://bit.ly/3Q6Yj0J




https://wvmuseums.org

Baca juga  Cara Daftar & Bikin SIM Secara Online Pakai Aplikasi