20 Cara Menghilangkan Mata Panda, Bisa Dicoba Sendiri!

Pengertian, Tujuan, dan Contoh Pogramnya


Sekolah Ramah Anak pemerintah dibentuk untuk mencegah banyak kasus intimidasi, ke menjamin keselamatan siswa.

Lalu bagaimana Apakah ini benar-benar sekolah ramah anak? Simak penjelasan lengkapnya di artikel Finansialku selanjutnya!

Ringkasan:

  • Sekolah ramah anak adalah lembaga pendidikan formal, nonformal, dan nonformal yang didirikan pada tahun 2014-2015 oleh pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
  • Sekolah ramah anak menganut lima prinsip, yang terdiri dari: Non-diskriminasi, Kepentingan terbaik anak, Kehidupan, kelangsungan hidup dan perkembangan, menghormati pandangan anak dan tata pemerintahan yang baik.

Pengertian sekolah ramah anak

Sekolah ramah anak adalah satuan pendidikan formal, nonformal, dan nonformal. Sekolah ini mengutamakan kenyamanan dan perlindungan anak, termasuk mendukung proses belajar mereka.

Satuan pendidikan ini mencakup orang tua yang menciptakan lingkungan yang aman, bersih dan sehat, serta merawat dan menjaga lingkungan.

Sekolah ramah anak juga memberikan jaminan dan mewujudkan hak anak untuk dilindungi dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan di sekolah.

Serta mendukung partisipasi anak dalam perencanaan, kebijakan, pendidikan, pengawasan dan prosedur pengaduan terkait dengan pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Sekolah sikap ramah anak ini terbentuk dari kasus intimidasi teman sebaya dan kekerasan antara guru dan siswa.

Pada tahun 2014-2015, Komisi Kesejahteraan Anak Indonesia (KPAI) mencatat setidaknya 10% kekerasan terhadap anak disebabkan oleh ulah guru di sekolah.

Selain itu, dari tahun 2011 hingga 2014 keluhan terkait masalah intimidasi Ada 369 kasus di sekolah atau sekitar 25% dari total 1.480 kasus.

Bahkan, jumlah pelaku kekerasan terhadap anak juga meningkat menjadi 79 kasus pada tahun 2015.

Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah menginisiasi pendirian Sekolah Ramah Anak (SRA) untuk mewujudkan hak-hak dasar anak.

Tujuan sekolah ramah anak

Menurut Pedoman Sekolah Ramah Anak, tujuan dari kebijakan sekolah ini adalah untuk menghormati, menjamin dan melindungi hak-hak anak.

Kemudian memastikan bahwa satuan pendidikan mampu mengembangkan minat, bakat dan kemampuan anak.

Serta mempersiapkan anak untuk tanggung jawab hidup yang toleran, saling menghormati dan kerjasama atas nama kemajuan dan semangat perdamaian.

Sekolah ramah anak adalah payung yang mewujudkan hak-hak dasar anak dan melindungi mereka selama berada di sekolah. Perlindungan ini terbatas tidak hanya untuk menjamin keselamatan anak dari tindakan kekerasan, tetapi juga kesehatan fisik dan psikologis mereka.

Sekolah ini juga berupaya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.

Ini termasuk sarana dan prasarana sekolah yang sesuai dengan standar yang mendukung keberhasilan akademis anak-anak.

[Baca Juga: Moms Perlu Tahu, 5 Ciri Anak Berikut Ini Berpotensi Menjadi Perundung!]

Prinsip sekolah ramah anak

Berdasarkan Pedoman PPPA Kementerian Sekolah Ramah Anak tahun 2015, pembentukan dan pengembangan SRA didasarkan pada lima prinsip penting, antara lain:

  • tanpa diskriminasi, yaitu, memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk menikmati hak atas pendidikan tanpa diskriminasi, seperti kecacatan, jenis kelamin, suku, agama, dan asal usul orang tua.
  • kepentingan terbaik bagi anak, Artinya, peserta didik selalu menjadi faktor utama dalam segala keputusan dan tindakan pengelola dan pemberi layanan pendidikan.
  • Kehidupan, kelangsungan hidup dan perkembangan, yaitu, penciptaan lingkungan yang menghormati martabat setiap anak dan memastikan perkembangannya secara holistik.
  • Menghormati pandangan anak-anak yaitu penghormatan terhadap hak anak untuk menyatakan dan menyatakan pendapatnya tentang segala hal yang berkaitan dengan perkembangannya.
  • manajemen yang baik, yaitu memastikan transparansi, akuntabilitas, partisipasi, keterbukaan dan supremasi hukum di lembaga pendidikan.

Contoh program sekolah ramah anak

Berbagai program dan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya telah dikembangkan untuk mengimplementasikan SRA.

Di bawah ini adalah beberapa contoh program inovatif dari kementerian/lembaga sekolah untuk mewujudkan sekolah ramah anak.

Sekolah Adiviyat No. 1 (Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan)

Sekolah Adiwiyat merupakan salah satu program bersama untuk meningkatkan kesadaran di kalangan anak sekolah agar mereka dapat melindungi lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Contoh program adiviyat sekolah adalah Program Jumat Bersih, yang memberikan kegiatan perlindungan lingkungan bagi sekolah dengan jadwal tetap.

Kegiatannya antara lain membersihkan parit sekolah, merawat ladang bunga, dan membuang sampah untuk menjaga lingkungan sekolah tetap bersih dan sehat.

#2 Sekolah Aman (Kemendikbud)

sekolah yang aman itu adalah sekolah yang mampu melindungi siswa jika terjadi bencana alam atau keadaan darurat lainnya.

Penyelenggaraan sekolah yang aman dan nyaman ini akan dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti: sekolah lingkunganUKS, kegiatan bimbingan siswa dan sebagainya.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan prestasi mahasiswa melalui pengembangan bakat akademik dan non akademik.

#3 Sekolah Inklusif (Kemendikbud)

sekolah inklusif merupakan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan ramah bagi semua siswa, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua siswa untuk pengembangan kecerdasan atau bakat khusus lainnya.

Peran guru bentuk sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan dalam mengembangkan dan menerapkan metode kepemimpinan untuk semua siswa.

Guru kelas inklusif juga bertugas membantu anak-anak dengan kebutuhan belajar dan belajar khusus.

#4 Pesantren Ramah Anak (Kemenag)

Program pesantren ramah anak mengutamakan kenyamanan peserta didik, dimulai dari lingkungan, sarana dan prasarana serta proses pembelajaran, serta mewujudkan hak anak bagi peserta didik.

Program ini juga menerapkan nilai-nilai pesantren dan memberikan pemahaman keislaman untuk membangun karakter santri yang mengedepankan toleransi dan keadilan.

#5 Pendidikan anak gratis

Program pendidikan mandiri anak adalah untuk mendukung dan memupuk semangat kemandirian anak dalam proses belajar di sekolah.

Dalam hal ini, sekolah menciptakan suasana yang nyaman dan tertib di dalam kelas tanpa membandingkan latar belakang dan keyakinan masing-masing siswa.

#6 Jajanan Sekolah (BPOM)

Selain mendukung keberhasilan belajar siswa, sekolah juga harus menjaga lingkungan sekolah yang sehat melalui program. Jajanan Anak Sekolah (PJAS).

Dalam program ini, lokasi kantin sekolah tidak boleh berada di dekat toilet, tempat sampah, atau tempat peralatan untuk menjaga makanan tetap bersih dan teratur.

Dengan adanya PJAS, masyarakat berharap siswa tidak lagi sakit dan diare akibat kantin sekolah yang tidak memenuhi standar.

#7 Sekolah Anti Kekerasan (Kemendikbud)

Sekolah juga harus mampu melindungi siswa dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi dan penyalahgunaan lainnya.

Berkat program sekolah anti kekerasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, anak dapat memperoleh haknya atas perlindungan dari tindakan. intimidasi dan hinaan yang tak terduga.

Selain beberapa program inovatif yang disebutkan di atas, ada program lain yang mendukung sekolah ini.

Diantaranya adalah Sekolah/Madrasah Aman Bencana (BNPB), Sekolah Dasar Bersih dan Sehat (Kemendikbud), Sekolah Sehat (Kemenkes), dan Sekolah Bebas Narkoba BNN.

Selain itu, ada Lingkungan Belajar Inklusif untuk Pertemuan (UNESCO), Sekolah Ramah Anak (UNICEF), Indonesia Yayasan WarisanToko Integritas (BPK) dan Usaha Kesehatan Sekolah (Kemenkes).

[Baca Juga: Sekolah Ramah Anak: Serba-serbi & Tips Memilih Sekolah yang Baik]

Pentingnya hak dasar bagi setiap anak

Berdasarkan hal tersebut di atas, diharapkan sekolah ramah anak mampu menjamin keamanan dan kenyamanan anak di sekolah.

Kekerasan di sekolah dapat dikurangi dengan cara ini, dan generasi baru masyarakat Indonesia ini dapat menjadi sumber daya potensial untuk masa depan.

Tidak hanya keamanan dan kenyamanan anak di sekolah, orang tua juga harus bisa melindungi dan mengamankan masa depan anaknya, terutama dalam hal pendidikan.

Orang tua dapat mulai merencanakan tabungan sejak usia dini untuk memastikan anak-anak mereka menerima pendidikan yang lebih baik.

Sebagai referensi, untuk membuat perencanaan keuangan Anda lebih fokus, Anda bisa membaca buku Elektronik bebas dari Financialcu Kami sedang mempersiapkan masa depan yang lebih baik untuk anak-anak.

Namun, jika Anda ingin bimbingan langsung dari para ahli, perencana keuangan Finansial saya siap membantu Anda dalam merencanakan dana pendidikan anak tercinta.

Klik spanduk di bawah untuk membuat janji, Ya.

Demikian pembahasan keuangan saya tentang sekolah ramah anak yang harus anda ketahui. Pastikan untuk membagikan informasi ini kepada orang tua lain agar mereka dapat terlibat dalam perkembangan anak mereka di sekolah.

Ada pendapat lain tentang pembahasan di atas? Tulis pendapat kamu di kolom komentar di bawah, ya!

Redaktur: Hesty Retno Wahyuni

Sumber referensi:

  • Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2015. Panduan sekolah ramah anak. – https://bit.ly/3h0pQoB
  • Nurul Jubaida. 30 Juni 2022 7 program inovatif untuk pengembangan SRO (sekolah ramah anak). Republika.co.id – https://bit.ly/3DpxgJN
  • administrator. 21 Juli 2017 Sekolah Ramah Anak. Kpai.go.id – https://bit.ly/3gSs6hH
  • Khan Septian. 11 Juli 2022 Sekolah ramah anak: pemahaman, Tujuan, prinsip, dan contoh. Detik.com – https://bit.ly/3ND0iKR
  • Hadiah Vanya dari putri bangsawan. 28 Juli 2021 Sekolah ramah anak: definisi, karakteristik, prinsip dan standar. Kompas.com – https://bit.ly/3sKipov
  • administrator. 16 Oktober 2014 KPAI: Kasus Bullying dan Edukasi Karakter. Kpai.go.id – https://bit.ly/3h0LZTO
  • Commarria Rostanti. 30 Desember 2015 KPAI: Tahun 2015 terjadi peningkatan kasus bullying di sekolah. Republika.co.id – https://bit.ly/3SN1FYc




https://wvmuseums.org

Baca juga  Ini Cara Mengatur Keuangan Bengkel Agar Bisa Untung dan Berkembang!