surat keterangan belum menikah

Apa Itu Cuti? Ini Pengertian, Jenis-jenis, dan Cara Mengajukannya


Apakah kamu tahu itu liburan hak setiap pekerja? Karyawan diberikan cuti setiap tahun. yang dapat Anda gunakan! Mari pahami apa itu liburan dan manfaat menggunakan liburan untuk berlibur.

Yuk simak dulu penjelasannya di artikel keuangan saya selanjutnya!

Definisi Liburan

Liburan itu Setiap pekerja berhak untuk tidak bekerja selama jangka waktu tertentu. Liburan juga bisa berarti waktu istirahat karyawan. Karyawan dapat menggunakan cuti tidak hanya untuk istirahat atau rekreasi, tetapi juga dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan mereka untuk bekerja.

Ketentuan cuti diatur dalam UU Ketenagakerjaan pada Pasal 79 ayat (2) huruf C. Dijelaskan bahwa cuti merupakan hak karyawan dan perusahaan wajib memberikan cuti kepada karyawannya minimal 12 hari.

Namun, hak tersebut hanya dapat diberikan jika pegawai yang bersangkutan telah bekerja terus menerus selama 12 bulan.

Jenis cuti menurut hukum

Setelah mengetahui pengertian liburan, kali ini Anda juga perlu mengetahui jenis liburan apa saja yang diatur oleh UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. Di bawah ini adalah penjelasannya:

Liburan Tahunan #1

Jenis pertama adalah cuti tahunan. Bentuk cuti tahunan jenis ini mengacu pada waktu istirahat, dalam hal ini pekerja tetap menerima upahnya. Dengan kata lain, cuti ini sifatnya berbayar. Karyawan memiliki hak untuk menggunakan cuti ini untuk berbagai keperluan.

#2 Liburan besar

Kemudian tipe kedua adalah liburan yang menyenangkan. Cuti jenis ini diperuntukkan bagi karyawan yang loyal yang telah bekerja minimal 6 tahun. Bagi Anda yang ingin melamar liburan besar, sebaiknya lakukan lebih awal. Karena jangka waktunya cukup lama, minimal 1 bulan.

# 3 Liburan bersama

Kemudian tipe ketiga adalah liburan bersama. Libur ini merupakan libur khusus bagi pegawai instansi pemerintah seperti kedutaan dan Badan Usaha Milik Negara (BOOM). Namun, lembaga swasta juga dapat menerapkan hak cuti ini kepada karyawannya jika dimasukkan dalam kebijakan perusahaan.

#4 Cuti hamil dan melahirkan

Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003, perempuan pekerja berhak mengajukan cuti melahirkan selama 3 bulan, dengan rincian 1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan setelah melahirkan.

# 5 Cuti Sakit

Jika Anda tidak mengalami kondisi tubuh yang ideal, yaitu sakit, maka Anda berhak mengajukan cuti sakit. Hal itu tertuang dalam pasal 93 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU 13/2003).

Pasal ini menjelaskan bahwa perusahaan wajib membayar upah kepada pekerja yang jatuh sakit. Di sini, perusahaan juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk beristirahat selama tubuh mereka tidak bugar.

#6 Keluar karena Alasan Penting

Jenis terakhir adalah cuti karena alasan penting. Berdasarkan Pasal 93 ayat (2) dan (4), beberapa ketentuan mengenai jenis cuti tersebut diperjelas, antara lain:

  • Karyawan yang sudah menikah: selama 3 hari
  • Karyawan menikahkan anaknya: 2 hari
  • Karyawan menyunat anak mereka: selama 2 hari
  • Seorang karyawan membaptis anaknya: dalam 2 hari
  • Istri melahirkan atau keguguran: 2 hari
  • Suami/istri, orang tua/mertua, atau anak atau ibu mertua meninggal dunia: dalam waktu 2 hari
  • Seorang anggota keluarga dalam satu rumah tangga meninggal: dalam 2 hari.

Bagaimana cara melamar liburan?

Nah sekarang pertanyaannya, bagaimana cara melamar liburan? Liburan adalah hak setiap karyawan, jadi tidak perlu ragu atau takut untuk melamarnya. Tentunya masing-masing perusahaan memiliki kebijakan tersendiri terkait pengajuan cuti.

Namun, sebagai saran, Anda mungkin ingin memberi tahu atasan Anda terlebih dahulu, baik itu manajer, kepala departemen, dan lainnya, sebelum mengajukan cuti. Pastikan Anda juga memiliki alasan yang jelas dan masuk akal. Kemudian, jika Anda telah berkonsultasi, Anda dapat mengonfirmasi detailnya secara tertulis.

Pastikan juga Anda berkoordinasi dengan atasan dan tim Anda agar pekerjaan Anda dapat diselesaikan selama liburan.

Jangan berlibur di tanggal merah, lebih baik libur sehari

Sebagai karyawan perusahaan lain, Anda berhak atas cuti tahunan. Berdasarkan Pasal 79 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, pekerja berhak atas cuti tahunan paling sedikit 12 hari kerja.

Biasanya seorang karyawan takut menggunakan liburannya untuk liburan karena takut suatu saat harus meninggalkan pekerjaan untuk urusan mendadak. Padahal banyak keuntungan yang bisa didapat dengan pergi berlibur dengan cuti wajib, dan tidak menunggu tanggal merah.

[Baca Juga : Cara Hemat Untuk Liburan Natal dan Tahun Baru yang Perlu Anda Coba]

Berikut 6 keuntungan yang didapat saat berlibur menggunakan holiday pay:

Perawatan # 1 adalah hak Anda

Jangan lupa bahwa liburan adalah hak Anda. Padahal, itu diatur oleh kerangka hukum tertinggi di negeri ini. Sayangnya, banyak karyawan yang terlalu takut dan berhati-hati dalam menggunakan liburan mereka. Sebab, jika terlalu berhati-hati, biasanya liburan yang dialokasikan justru terbuang sia-sia. Jangan sia-siakan liburan Anda. Lebih baik bangun keberanian dan berlibur dan pergi berlibur.

#2 Harga sarana rekreasi Lagi Murah

Tahukah Anda bahwa harga tiket pesawat akan sangat tinggi pada tanggal merah. Ini karena semua orang akan memiliki pemikiran yang sama untuk pergi berlibur pada hari itu. Hal lain adalah jika Anda berlibur untuk pergi berlibur.

Anda bisa memasukkan tanggal apapun selain tanggal merah sehingga tidak perlu membayar tiket pesawat yang sangat mahal. Selain tiket pesawat, saat liburan, harga rental liburan lainnya juga akan naik.

Misalnya, di daerah pesisir, pemilik bisnis biasanya membebankan harga yang lebih tinggi kepada wisatawan selama liburan. Terutama pada biaya akomodasi dan rekreasi.

Perbedaan harga antara hari libur dan bukan hari libur bisa sangat signifikan. Anda tahu bahwa dengan berlibur menggunakan vacation pay, Anda akan menghemat banyak pengeluaran.

[Baca Juga : Tips Liburan Hemat dengan Memanfaatkan Situs Online]

#3 Lebih banyak tempat liburan tunggal

Tujuan liburan adalah untuk bersenang-senang dan melepaskan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari yang melelahkan pikiran. Jika Anda pergi berlibur pada tanggal merah, biasanya semua orang berlibur pada waktu yang sama. Akibatnya, tempat menginap menjadi sangat ramai dan tidak nyaman.

Bagaimana Anda bisa santai ketika Anda harus berurusan dengan lalu lintas yang buruk atau tempat liburan yang hingar-bingar?

Lebih baik mengambil cuti sehari dari pekerjaan sehingga hanya Anda dan beberapa orang lainnya yang pergi berlibur. Anda tidak perlu berurusan dengan kemacetan lalu lintas atau bandara yang padat. Tempat peristirahatan juga akan lebih sepi, Anda tidak perlu berdesak-desakan dengan wisatawan lain untuk menikmati tempat wisata tersebut.

#4 Kamu bisa berlibur kapan saja

Setelah bekerja terus menerus, akan ada saat-saat setiap hari Anda merasa bosan dan lelah. Liburan adalah salah satu cara untuk menghilangkan kebosanan dari hari kerja. Kalau hari ini bosan, tapi tanggal merahnya masih jauh, bagaimana cara mengatasi rasa bosan?

Lebih baik mengandalkan waktu luang untuk pergi berlibur. Kapan pun Anda bosan, Anda bisa langsung mengajukan permohonan liburan dan langsung berlibur. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengantisipasi tanggal merah yang panjang.

[ Baca Juga : Liburan dengan Kartu Kredit, Lebih Menguntungkan atau Merugikan ?]

Jika Anda pergi berlibur saat benar-benar bosan, Anda akan sangat merasakan efek positif dari liburan tersebut. Setelah liburan, pikiran Anda akan kembali jernih dan langsung siap melanjutkan pekerjaan di kantor. Bukankah manfaat liburan akan lebih terasa jika Anda berlibur daripada menunggu Hari Merah?

#5 Pengaturan waktu yang lebih fleksibel

Tanggal merah biasanya hanya memberikan libur satu atau dua hari. Terlalu sedikit waktu untuk pergi berlibur. Akan sulit bagi Anda untuk pergi berlibur ke tempat yang jauh. Selain harus berhadapan dengan kemacetan dan hiruk pikuk, selebihnya tidak akan memberikan kepuasan.

Bersenang-senang saja tanpa merasa harus kembali bekerja lagi. Saat menggunakan liburan, Anda memiliki kesempatan maksimal hingga 12 hari untuk berlibur. Tentu saja, Anda memiliki lebih banyak pilihan untuk pergi berlibur ke tempat yang jauh dan menikmati semua keindahan yang ditawarkan tempat wisata ini.

Dengan demikian, istirahat akan lebih tenang dan menyenangkan. Tidak perlu terburu-buru kembali ke kota tempat Anda bekerja.

#6 Kurma Merah Bisa Dipakai untuk Relaksasi

Karena Anda sudah pergi berlibur untuk liburan, Anda tidak perlu lagi memaksakan diri untuk pergi berlibur pada tanggal merah. Alih-alih berurusan dengan kemacetan lalu lintas dan harga mahal, Anda bisa memanfaatkan kurma merah untuk bersantai di rumah.

Sementara orang lain saling mendorong dan berdebat tentang lalu lintas, Anda bisa bangun larut malam dan menikmati hari santai di kamar Anda.

[Baca Juga : Beli Asuransi Perjalanan untuk Jaga-Jaga Jika Sakit Saat Liburan ke Luar Negeri]

Liburan pakai liburan jauh lebih menguntungkan

Liburan adalah hak Anda sebagai karyawan. Jangan sia-siakan 12 hari liburan yang Anda miliki setiap tahun. Lebih baik memanfaatkan hari libur untuk pergi berlibur daripada menunggu tanggal merah. Banyak keuntungan yang didapat saat Anda berlibur, berlibur di tempat orang lain bekerja. Jangan terlalu takut untuk menggunakan waktu luang yang diberikan sehingga terbuang sia-sia setiap tahun.

Sumber Gambar:

  • Saya sedang Vaction – https://goo.gl/pdnfSW

Sumber referensi:

  • Fakhtur Rozi. 30 November 2016 Lebih baik berlibur saja berlibur, tidak perlu menunggu tanggal merah. Berikut 6 alasan logisnya!. https://goo.gl/Yt9Lyj

Bagaimana dengan liburan Anda, membawa laptop Anda dan bekerja atau melakukan sesuatu dengan gaya Wright (liburan tanpa kerja)? Silakan tinggalkan komentar Anda di bawah artikel ini, terima kasih.

Sumber Gambar:

  • Laptop perjalanan — https://goo.gl/qQUW10

Download eBook Perencanaan Keuangan 20 Tahun (GRATIS)