foto lamaran kerja

Panduan Foto Lamaran Kerja Profesional dan Tips Membuatnya


Foto adalah salah satu file penting untuk dipertimbangkan saat melamar pekerjaan. Pasalnya, foto lamaran kerja akan menampilkan penilaian diri Sedulur di depan perekrut sebelum dilakukan tatap muka saat tahap wawancara. Biasanya, foto disematkan pada surat lamaran kerja atau Biografi \ Lanjutkan yang berisi informasi tentang pelamar, seperti daftar riwayat hidup singkat, serta detail pendidikan dan pekerjaan.

Saat melampirkan foto ke file lamaran kerja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari pose, pakaian dan diakhiri dengan ukuran foto. Nah, agar Anda tidak bingung dalam menyiapkan berkas lamaran, terutama yang berkaitan dengan foto, berikut ini kami rangkum berbagai informasi seputar foto lamaran kerja. Simak penjelasannya sampai akhir ya!

BACA JUGA: Manajer Pemasaran: Tanggung Jawab, Kualifikasi, Gaji dan Pengembangan Karir

Mengapa penting untuk melampirkan foto ke aplikasi pekerjaan?

iStock

Sebelum menyimak panduan foto lamaran kerja, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu mengapa penting melampirkan foto saat melamar pekerjaan.

Dihimpun dari Ekrut dan Glints, ada beberapa alasan mengapa foto penting dalam sebuah berkas lamaran kerja. Secara umum, memiliki foto dalam lamaran, seperti resume, dapat membuat Sedulur lebih menonjol daripada pelamar lain yang tidak menyertakan foto. Hal ini dikarenakan foto tersebut dapat mewakili ide Anda tentang diri Anda sebelum Anda bertemu dengan pihak perekrut. Tidak hanya itu, foto yang dilampirkan pada resume juga memungkinkan perusahaan mengenali Sedulur jika proses seleksi nantinya berlanjut ke tahap wawancara.

Selain itu, ada beberapa manfaat lain dengan menyertakan foto dalam lamaran kerja, seperti:

1. Membangun merek pribadi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, foto dapat mencerminkan harga diri Sedulur kepada perusahaan, khususnya para perekrut. Apalagi saat melamar pekerjaan, Anda tentu tidak langsung mentransfer berkas ke perekrut. Sebaliknya, file tersebut dikirim melalui surat, email, atau bahkan melalui platform pencarian kerja. Dengan demikian, perekrut mengetahui Sedulur hanya melalui berkas yang diserahkan.

Selain sebagai salah satu bentuk mempresentasikan diri kepada para perekrut, foto juga berperan dalam membangun kepercayaan para pencari kerja. Apalagi jika Anda memasang foto yang sama di resume, portofolio, resume, dan profil LinkedIn Anda. Ini akan membantu perekrut memastikan file dan akun adalah milik Anda dan menunjukkan konsistensi Anda.

2. Konten visual dapat menarik

File lamaran biasanya berisi catatan yang berisi informasi tentang latar belakang dan pengalaman Anda terkait dengan posisi yang Anda lamar. Ini membuat file menjadi monoton dan bahkan membosankan. Apalagi jika perekrut harus berurusan dengan sejumlah besar dokumen dari pelamar yang berbeda.

Baca juga  18 Modem Internet 4G & 5G Terbaik Hingga Tercepat di Tahun 2022

Memiliki foto juga bisa menarik agar file yang Anda kumpulkan dapat dilihat terlebih dahulu. Ini bukan tentang penampilan, tetapi kenyataannya orang cenderung lebih tertarik pada konten visual. Untuk itu, file berisi teks yang juga disertai dengan gambar sebagai foto lamaran kerja tentunya akan lebih menarik dibandingkan dengan file lamaran kerja yang tidak disertai foto.

3. Perekrut Global Diutamakan

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, foto lamaran kerja dapat membuat surat lamaran atau resume Anda lebih menarik. Tak berhenti sampai di situ, ternyata para perekrut juga lebih memilih resume dengan foto Anda. Bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa para perekrut atau perekrut di negara-negara Eropa seperti Jerman dan Prancis sangat tertarik dengan kandidat yang menyematkan foto di resume mereka. Jadi mereka tentunya juga akan memprioritaskan kandidat tersebut dalam proses perekrutan. Tentu saja, Anda dapat memeriksanya jika Anda tertarik untuk berkarier di luar negeri atau di perusahaan internasional.

BACA JUGA: 7 tips untuk mempersiapkan perubahan karir

Panduan foto untuk aplikasi pekerjaan

iStock

Setelah menyimak alasan di balik pentingnya foto lamaran kerja dan manfaatnya, mungkin Anda bertanya-tanya seperti apa syarat foto lamaran kerja yang bagus. Berikut adalah tiga pedoman yang dapat Anda ikuti dan jadikan itu praktik terbaik Anda untuk mengambil foto untuk lamaran kerja.

1. Kondisi umum

Sebenarnya tidak ada aturan standar seputar foto lamaran kerja, terutama karena seringkali bergantung pada jenis perusahaan tempat Anda melamar. Misalnya, jika Anda melamar ke perusahaan dengan budaya rapi, maka tentu lebih baik jika foto yang dilampirkan juga memiliki postur dan gerakan tubuh yang rapi.

Tidak hanya itu, pakaian yang dikenakan juga harus menunjang postur tubuh. Misalnya dalam jas atau blazer. Sedangkan jika perusahaan memiliki budaya yang lebih santai, Sedulur bisa mengenakan pakaian santai.

Selain masalah pakaian, Anda juga perlu memperhatikan make-up dan aksesoris yang Anda kenakan. Hindari riasan dan aksesoris berlebihan yang membuat Sedulur terlihat terlalu mencolok dan tidak menunjukkan pendekatan profesional. Sebagai gantinya, aplikasikan riasan dengan sapuan ringan agar wajah Anda tetap terlihat segar dan tidak berminyak.

2. Ukuran foto

Hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah ukuran foto yang dilampirkan pada file lamaran kerja. Umumnya, ada tiga jenis ukuran foto yang banyak digunakan, yaitu 2×3, 3×4, dan 4×6. Ukuran ini biasanya diterapkan pada foto dalam bentuk cetakan. Sedangkan jika Anda ingin menyisipkan foto pada resume Anda, sesuaikan saja ukuran foto agar pas dengan teks pada dokumen. Dengan begitu, foto yang dipasang tidak akan terlihat terlalu besar atau terlalu kecil.

Baca juga  Bikin Terkesan! 10 Contoh Surat untuk Guru dan Cara Membuatnya

3. Foto berwarna

Selain masalah ukuran, aspek lain yang perlu diperhatikan saat membuat foto lamaran kerja adalah warna. Biasanya, foto dengan latar belakang merah digunakan oleh mereka yang lahir di tahun ganjil. Sedangkan foto dengan latar belakang biru digunakan untuk mereka yang lahir pada tahun genap.

Namun selain syarat berdasarkan tahun lahir, photophone juga bisa dipilih sesuai dengan syarat perusahaan yang dilamar. Karena tidak jarang Sedulur mengoleksi foto dengan background merah, biru atau putih, tidak peduli tahun kelahirannya.

Masih berurusan dengan masalah warna, coba pastikan foto-foto yang Anda kumpulkan untuk lamaran pekerjaan Anda tidak difilter terlalu berat. Masalah hasil warna pada foto juga bisa bergantung pada pencahayaan dan kualitas kamera yang digunakan.

BACA JUGA: Contoh resume fresh graduate tanpa pengalaman kerja dan saran

Tips Fotografi Lamaran Kerja

iStock

Selain menyimak panduan foto seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, berikut beberapa tips foto melamar kerja yang bisa Anda ikuti.

  • Pilih foto lamaran pekerjaan terbaru. Usahakan foto yang Anda lampirkan pada berkas lamaran kerja Anda adalah foto terbaru karena orang mengubah penampilannya seiring bertambahnya usia. Menggunakan foto lama juga dapat memberi kesan bahwa Anda tidak ingin berusaha lebih keras untuk memperbarui foto Anda selama proses perekrutan.
  • Postur dan ekspresi alami. Sedulur dapat menampilkan pose dan ekspresi natural untuk memberikan kesan ramah namun profesional. Misalnya menunjukkan senyum kecil tanpa memperlihatkan gigi.
  • Perhatikan proporsi wajah. Foto yang dilampirkan pada resume sebaiknya tidak hanya foto paspor dengan pose yang cenderung alot. Namun Sedulur juga bisa menampilkan foto dengan pose yang lebih acak. Hanya saja Sedulur perlu memperhatikan proporsi wajah agar pelatih dapat mengenali wajah Sedulur dengan jelas, meski tidak menunjukkan pose seperti di foto paspor.
  • Gunakan foto yang sama di profil Anda atau file terkait. Saat membuat resume, Anda biasanya menempelkan nama akun LinkedIn atau alamat email Anda. Untuk memudahkan perekrut mengenali Anda, disarankan agar Anda memposting foto yang sama di platform pencarian kerja jika Anda melamar pekerjaan melalui platform tersebut.
  • Hindari pakaian dengan pola atau warna cerah. Anda tidak selalu harus memakai jas atau blazer saat berfoto. Anda hanya ingin menghindari memakai warna atau pola yang terlalu terang. Sebaliknya, pilihlah pakaian berwarna terang dengan motif yang tersembunyi.
  • Perhatikan kualitas foto terlampir. Jangan sampai Sedulur mengoleksi foto yang buram atau rusak karena bisa membuat foto sulit dikenali. Tak hanya itu, foto buram tersebut juga memberikan kesan bahwa Sedulur tidak serius dalam menyiapkan berkas lamaran kerja.
Baca juga  Cara Mengurus Surat Nikah dan Biaya Administrasinya, Lengkap!

BACA JUGA: Contoh dan tip portofolio yang menarik untuk membuatnya!

Apa yang Harus Dihindari dalam Foto Pekerjaan

iStock

Saat membuat foto untuk lamaran kerja, ada beberapa hal yang harus dihindari agar foto yang dihasilkan terlihat profesional.

1. Menggunakan foto selfie

Selfie atau potret diri merupakan hal yang lumrah di berbagai kesempatan. Selfie sering diposting di media sosial. Namun sebaiknya hindari mengoleksi foto selfie untuk melamar pekerjaan. Pasalnya, foto selfie selain sudut yang didapat, memberikan kesan santai dan seringkali gagal menampilkan proporsi wajah yang tepat.

Tak hanya itu, mengoleksi foto selfie juga bisa memberikan kesan bahwa Anda tidak mau bersusah payah untuk mendapatkan foto yang bagus. Oleh karena itu, hal ini harus dihindari agar Sedulur dapat memberikan kesan yang baik melalui berkas lamaran yang diserahkan kepada perekrut.

2. Pengeditan berlebihan

Mengedit atau mengedit foto merupakan kegiatan yang wajar. Baru-baru ini, banyak orang suka mengedit foto dengan menambahkan filter, stiker, dan berbagai dekorasi lainnya. Ini bisa menjadi nilai tambah jika Anda akan melamar pekerjaan yang membutuhkan keterampilan editing. Namun, hal ini juga bisa menimbulkan kesan kurang baik bahkan dianggap tidak profesional.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mengedit foto untuk melamar pekerjaan. Cukup lakukan penyesuaian sesuai kebutuhan. Misalnya untuk memperbaiki wajah yang dianggap mengganggu tampilan foto, atau untuk mengedit mengubah background foto agar sesuai dengan yang dibutuhkan.

3. Foto buram atau rusak

Kualitas foto lamaran kerja juga perlu diperhatikan. Jangan sampai foto yang Anda kumpulkan menjadi buram atau robek. Masalah keburaman foto ini bisa dihindari dengan memastikan resolusi dan ukuran foto yang Anda gunakan sudah memadai. Perhatikan juga kualitas kamera yang Anda gunakan agar foto yang dihasilkan juga berkualitas.

Ini adalah panduan foto untuk perekrutan, lengkap dengan tip dan hal yang harus dihindari. Kami harap informasi ini akan membantu Anda memahami dan juga memberi manfaat Sedulur!




https://wvmuseums.org