Contoh dan Cara Memantau Perencanaan Keuangan

Contoh Perencanaan Keuangan dan Cara Memantaunya


Pernahkah Anda merencanakan keuangan, misalnya merencanakan dana untuk pendidikan anak? Kali ini financials saya akan menampilkan contoh perencanaan keuangan dan cara pengendaliannya.

Contoh Perencanaan Keuangan: Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak

Pada artikel ini, My Financial akan membahas contoh perhitungan berapa yang harus kita investasikan setiap bulannya untuk mempersiapkan biaya kuliah anak-anak kita?

Misal: Mama Glory ingin menyiapkan uang sekolah untuk anak pertamanya Amora. Amora saat ini duduk di bangku SMP kelas 9 atau 3. Umur Amora kurang lebih 14 tahun. Artinya 4 tahun lagi Amora akan kuliah. Rencananya Kak Amora akan kuliah di kampus swasta di kota Bandung.

[Baca Juga: Menghitung Biaya Pendidikan Anak]

Estimasi biaya pendaftaran, biaya gedung dan biaya lainnya sekitar Rp 30.000.000. Biaya semester berjalan kurang lebih Rp 7.200.000 (kurang lebih Rp 1.200.000 per bulan). Kenaikan biaya kuliah sebesar 10% per tahun. Kira-kira berapa yang harus Mama Glory investasikan untuk mempersiapkan biaya kuliah Amora?

Kalkulator Dana Pendidikan

Keluaran perhitungan:

Selisih dana pendidikan yang dibutuhkan Amora sebesar Rp 141.769.388. Anda perlu berinvestasi Rp 26.484.855 per tahun (atau Rp 2.292.711 per bulan), dengan asumsi hasil investasi 12% per tahun.

Setelah menghitung, apa langkah selanjutnya?

Mengetahui kesimpulan yang ditarik di atas, apa yang harus Mama Glory lakukan? Jadi, Mama Glory harus berinvestasi di produk keuangan. Mama Glory harus mencari produk investasi yang mampu memberikan return 12% per tahun. Apakah ada produk keuangan seperti itu? Ada banyak jawaban, salah satunya adalah berinvestasi di reksa dana.

Lakukan investasi secara rutin, setiap bulan sebesar Rp 2.292.711 atau di newsletter saja menjadi Rp 2.300.000 per bulan. Mama Glory juga dapat melihat bahwa biaya pendidikan Amora awalnya masih kurang, Rs 141.769.388 (Gambar A) harus dipenuhi 100% (Gambar B).

[/fusion_builder_column_inner][/fusion_builder_row_inner]

Anda juga bisa melakukan perhitungan yang dilakukan Mama Slava. Anda juga bisa mulai merencanakan biaya kuliah anak Anda. Tapi ingat, begitu Anda tahu berapa banyak yang harus diinvestasikan, Anda harus disiplin dalam berinvestasi. Investasi yang dilakukan dengan rencana keuangan memiliki peluang sukses yang lebih tinggi daripada investasi tanpa rencana.

[Baca Juga: Berinvestasi Sesuai dengan Rencana Keuangan]

Dalam hal investasi, apakah ada yang otomatis atau tidak?

Pertanyaan di atas, apakah ada nesting otomatis sehingga tidak mengganggu? Jawab: Ya, investasi reksa dana online dapat dilakukan secara otomatis menggunakan fitur debit otomatis. Untuk informasi lebih lanjut mengenai reksa dana debet otomatis, Anda dapat membaca penjelasan di bawah ini.

[Baca Juga: Mama Sudah Daftar Auto Debet Reksa Dana]

Jadi, perencanaan keuangan itu penting atau sangat penting?

Setelah Anda membaca dan melihat simulasi perhitungan di atas, Anda sudah memiliki gambaran bagaimana proses perencanaan keuangan berjalan. Proses perencanaan keuangan juga bisa dilakukan untuk mencapai tujuan keuangan lainnya, seperti membeli rumah, mobil, dana pensiun, dan sebagainya.

Masih memiliki masalah keuangan yang tidak dapat diselesaikan? Perencana Keuangan Keuangan saya siap membantu! Segera konsultasikan dengan perencana keuangan bersertifikat saya tentang keuangan Anda.

Hubungi kami melalui Menu Financial Advice di aplikasi My Finansialku atau link berikut Financial Advice.

Anda juga dapat memesan konsultasi melalui whatsapp.

Menurut Anda perencanaan keuangan itu penting atau sangat penting?

Sumber Gambar:

  • Wanita di laptop – http://goo.gl/CCVgeB




https://wvmuseums.org

Baca juga  Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Ini Kronologinya!