Bersiap! ERP Jakarta Bakal Berlaku Tiap Hari, Cek Daftar Ruasnya

Bersiap! ERP Jakarta Bakal Berlaku Tiap Hari, Cek Daftar Ruasnya


DKI Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan jalan tol elektronik atau ERP di beberapa daerah. Di ruas jalan mana ERP akan diterapkan?

Simak penjelasan lengkapnya di artikel keuangan saya di bawah ini!

Pemprov DKI Jakarta Berencana Implementasikan Kebijakan ERP

DKI Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerapkan kebijakan tersebut Harga jalan elektronik (ERP) atau jalan tol elektronik.

draf Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Lalu Lintas Elektronik (PPLE) menjelaskan bahwa kebijakan ini akan berlaku di jalan tertentu, di daerah tertentu, dan pada waktu tertentu.

“Pengatur lalu lintas elektronik di kawasan pengatur lalu lintas elektronik dilakukan setiap hari mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB,” bunyi ayat (1) pasal 10 dalam Raperda.

Namun, dalam kondisi tertentu, Gubernur DKI Jakarta dapat mengizinkan penangguhan aplikasi ERP tersebut.

Di sisi lain, biro perjalanan DKI Jakarta menawarkan tarif mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 19.900 untuk sekali perjalanan.

Kriteria jalan metropolitan di mana ERP dapat diimplementasikan

Untuk merujuk ke draf Raperdy, jalan atau area di mana ERP diimplementasikan harus memenuhi setidaknya empat kriteria khusus.

Berikut adalah empat kriteria area atau ruas jalan yang dapat menerapkan ERP:

  1. Memiliki tingkat kepadatan atau rasio lalu lintas kendaraan terhadap kapasitas jalan pada salah satu lajur jalan sama dengan atau lebih besar dari 0,7 pada jam puncak/sibuk.
  1. Memiliki dua lajur, dan setiap lajur minimal memiliki dua lajur.
  1. Anda hanya dapat melewati kendaraan bermotor dengan kecepatan rata-rata kurang dari 30 km/jam pada jam sibuk.
  1. Jaringan dan layanan angkutan umum tersedia pada rute yang memenuhi standar layanan minimum dan ketentuan hukum.

Namun, belum diketahui secara pasti kapan kebijakan ini akan diterapkan.

Pada awal November 2022, Kepala Dishub Syafrin Liputo menyatakan pihaknya saat ini masih menyusun aturan yang akan mencakup kebijakan tersebut.

“Terkait ERP, kami masih fokus bagaimana menyiapkan regulasinya, karena setelah tahun 2015 dilakukan beberapa kali, diketahui selalu gagal, dan salah satu penyebab utama masalah adalah dari sisi regulasi. lihat,” kata Syafrin kemudian.

[Baca Juga: Daftar Kendaraan yang Tidak Boleh Isi Pertalite, Yuk Cek!]

Daftar 25 Jalan yang Menerapkan ERP

Berdasarkan kriteria tersebut Pemprov DKI Jakarta pada draf Raperda memuat daftar 25 ruas jalan yang akan diterapkan kebijakan tersebut. Harga jalan elektronik (ERP). Berikut daftarnya:

  1. Jalan Utama Selatan
  2. Jalan Gadja Mada
  3. Jalan Khayyam Vuruk
  4. Jalan Majapahit
  5. Jalan Merdeka Barat
  6. Jalan Moh. Hosni Tamrin
  7. Jalan Jendral Sudirman
  8. Jl. Sisingamaraja
  9. Jalan Panglima Polim
  10. Jalan Fatmawati (Persimpangan Jalan Ketimun 1-Persimpangan Jalan TB Simatupang)
  11. jalan Sureopranoto
  12. Jalan Balikpapan
  13. Jalan Kyai Karingin
  14. Jalan Tomang Raya
  15. Jalan Jenderal S. Parman (persimpangan Jalan Tomang Rai dan pertigaan Jalan Gatot Subroto)
  16. jalan Gato Subroto
  17. Jalan M. Hariono
  18. Jalan D.I. Panjaitan
  19. Jalan Jenderal A. Yani (Cross Jalan Bekasi Timur Raya-Crossing Jalan Perintis Kemerdekaan)
  20. jalan pramuka
  21. Jalan Salem
  22. Jalan Kramat Raya
  23. Jalan Pasar Senin
  24. Jalan Gunung Sahari
  25. Jalan HR Rasuna Said

Sekilas ERP

Harga jalan elektronik (ERP) adalah sistem jalan tol dilaksanakan secara elektronik.

Sistem ini diterapkan di jalan yang sibuk dan memperkenalkan tarif progresif. Jam sibuk dan sibuk dikenakan tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan jam kosong.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, ERP tidak sama dengan membayar mobil pribadi masuk Jakarta.

Implementasi ERP adalah alat pembatasan lalu lintas sebagai strategi politik untuk mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum.

Menurutnya, sistem harga elektronik di jalan Hal ini sudah diterapkan di sejumlah negara seperti Singapura, Inggris dan Swedia. Hasilnya, sistem ERP berhasil mengurangi lalu lintas hingga lebih dari 13%.

[Baca Juga: Kasus Meikarta Heboh Lagi, Pembeli Belum Terima Huniannya!]

Dukung Indonesia untuk membangun infrastruktur

Demikian penjelasan Finansialku tentang rencana kebijakan ERP dan daftar 25 ruas jalan yang akan menerapkan sistem ERP di DKI Jakarta.

Untuk mendukung Indonesia dalam membangun infrastruktur yang layak dan kebutuhan lainnya, Sahabat Finansialku benar-benar dapat membantu negara meningkatkan modal.

Bagaimana? Teman keuangan saya bisa membaca e-book Cara berinvestasi membantu negara yang cocok untuk anda sebagai pemula yang ingin berinvestasi.

Spanduk Promosi E-book Cerdas Berinvestasi Membantu Negara - PC

Anda juga dapat berkonsultasi dengan perencana keuangan saya untuk mendapatkan solusi investasi dan penyelesaian terbaik untuk keuangan Anda.

Hubungi financial planner saya melalui aplikasi My Financial atau WhatsApp di 0813-1646-8488.

Apakah teman keuangan saya lebih tertarik berinvestasi di obligasi atau saham? Berikan pendapatmu di kolom komentar di bawah, ya!

Jangan lupa untuk membagikan artikel keuangan saya agar informasinya bermanfaat bagi banyak orang. Terima kasih!

Editor: Ratna Sri H.

Sumber referensi:

  • Biro Komunikasi dan Informasi Publik. 27 Maret 2018 Penerapan harga elektronik di jalan bukan tarif masuk Jakarta. Dephub.go.id – https://bit.ly/3XhkV2v
  • CNN Indonesia. 09 Januari 2022 DKI akan terapkan jalan tol, berikut daftar jalan ERP. Cnnindonesia.com – https://bit.ly/3X5LEQc
  • CNN Indonesia. 09 Januari 2022 ERP akan diterapkan setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00. Cnnindonesia.com – https://bit.ly/3WYatNT




https://wvmuseums.org

Baca juga  15 Cara Mengusir Tikus yang Paling Ampuh dan Mudah