Sejarah Desain Arsitektur Modern Beserta Ciri dan Prinsipnya

Sejarah Desain Arsitektur Modern Beserta Ciri dan Prinsipnya


Perkembangan zaman tidak hanya berpengaruh pada kemajuan teknologi, namun juga pada gaya hidup manusia. Salah satu contoh nyata yang bisa Sedulur lihat sendiri adalah desain arsitektur rumah. Desain yang dulunya penuh dengan dekorasi, kini mulai mengedepankan fungsi. Ya, itulah desain arsitektur modern.

Adanya pergeseran dari konstruksi bangunan tradisional ke bangunan yang lebih fungsional dengan bantuan teknologi, membuat desain arsitektur modern mulai menjadi pilihan. Bukan hanya pemilik properti dengan luas bangunan fantastis, pihak perorangan juga menyukai desain yang terkenal simple ini. Sebenarnya, apa itu arsitektur modern? Jika Sedulur tertarik, berikut adalah informasi terkait sejarah beserta ciri khas dan prinsipnya. Simak dengan baik, ya!

BACA JUGA: Mengenal Desain Arsitektur Kontemporer dan Contohnya

Pengertian desain arsitektur modern

iStock

Arsitektur modern adalah sebuah konsep bangunan yang mengutamakan bentuk dari suatu bangunan dibandingkan dengan ornamen atau hiasannya. Mudahnya, arsitektur ini lebih menonjolkan atau mengutamakan fungsi dibandingkan dekorasi atau estetika.

Meski dikenal simple mengikuti fungsi bangunan, bukan berarti desain arsitektur ini dibangun dengan seadanya saja. Perlu diketahui bahwa arsitektur ini membawa estetika modern menjadi bentuk yang lebih sederhana guna memaksimalkan fungsi suatu bangunan. 

Secara umum, konsep dari bangunan modern akan mengedepankan bentuk bangunan yang mengikuti fungsi bangunan. Hal ini sesuai dengan tujuan utama penciptaan arsitektur ini, yakni memaksimalkan keseluruhan fungsi area yang ada. 

Sesuai dengan pendapat Reyner Banham pada bukunya yang berjudul “Age of the Master : A Personal view of Modern Architecture”, tahun 1978, perkembangan yang terjadi pada arsitektur modern menekankan pada kesederhanaan suatu desain dan menganut Form Follows Function atau bentuk mengikuti fungsi.

Selain itu, penggunaan material pada bangunan modern juga tidak terlalu, bahkan tidak perlu memikirkan tentang karakter atau tampilannya. Hal ini membuat para arsitek akan lebih bebas dalam berkreasi menciptakan bangunan yang sesuai dengan keinginan.

Sebenarnya, gaya arsitektur ini mencakup beberapa tipe bangunan yang sudah ada dan diterapkan lebih dari 60 tahun. Jika bagi sebagian arsitek desain futuristik ini meliputi art deco dan seni kontemporer modern, maka bagi sebagian arsitek lainnya, desain ini hanya menggunakan elemen sederhana, seperti furniture minimalis dan warna-warna metal.

Sejarah arsitektur modern

arsitektur modern
iStock

Sejarah desain arsitektur modern sudah dimulai cukup lama. Dilansir dari Archi Soup, arsitektur  ini diawali pada akhir abad ke-19, yang mana selama periode tersebut juga terjadi revolusi dalam bidang teknologi, material bangunan, maupun mesin. 

Adanya revolusi ini membuat munculnya pergeseran dari konstruksi bangunan tradisional menjadi bangunan fungsional yang dilengkapi dengan perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi juga membuat manusia cenderung menyukai sesuatu yang ekonomis dan praktis.

Desain modern memiliki dua prinsip utama, yakni fungsional dan efisiensi. Dalam hal ini, fungsional berarti bahwa bangunan harus bisa mewadahi aktivitas penghuninya, sementara efisiensi merujuk ke berbagai hal, mulai dari efisiensi biaya, efisiensi dalam waktu pengerjaan, hingga efisiensi pada aspek free maintenance setelah bangunan dibangun.

Pada tahun 1940, desain modern telah diperkuat dan dikenal dengan gaya internasional, serta menjadi bangunan yang dominan pada abad ke-20. Hal ini didukung dengan kemunculan bangunan gedung pencakar langit di Amerika Serikat yang menjadi respon terhadap biaya konstruksi yang tinggi dan kurangnya lahan di kota-kota yang sedang berkembang pesat. 

Baca juga  Zaman Mesolitikum: Kebudayaan, Ciri-Ciri dan Peninggalannya

Selanjutnya, mulai muncul penggunaan teknologi elevator keselamatan dan rangka baja tahan api. Hal ini bisa dilihat pada Gedung Asuransi di Chicago, yang mana merupakan gedung pertama yang dibangun dengan rangka baja besi. Gedung ini merupakan karya William Le Baron Jenney pada tahun 1883.

Desain modern semakin berlanjut dengan kemunculan gedung-gedung lainnya di awal tahun 1900an dengan arsitektur lama dan dekorasi ala Neo-gothic, Beaux Arts, dan Neo-renaissance. 

Oleh karena pada masa itu masih sering terjadi perang, maka kebangkitan arsitektur modern dapat disimpulkan karena dua hal, yakni kurangnya bahan bangunan baja sehingga digantikan dengan aluminium, dan banyaknya kehancuran wilayah akibat perang sehingga harus dibangun kembali.

BACA JUGA: 10 Desain Kamar Tidur dengan Kamar Mandi Dalam

Prinsip arsitektur modern

arsitektur modern
iStock

Dua prinsip utama yang dianut oleh arsitektur ini berkaitan dengan material dan bentuk yang mengikuti fungsi bangunan. Berikut adalah penjelasannya.

1. Material terekspos

Prinsip pertama terkait dengan material bangunan. Material akan diletakkan di tempat-tempat yang sesuai dengan fungsinya, tanpa harus memikirkan tentang karakter dan tampilan dari material tersebut. Dengan begitu, material akan terekspos secara penuh.

Contoh penerapan prinsip ini, misalnya pada kayu yang tidak dipoles untuk menunjukkan kesan alami dan natural, serta semen yang dibiarkan begitu saja tanpa cat. Prinsip ini mengikuti teori yang dicetuskan oleh Bauhaus dan akhirnya menjadi salah satu prinsip utama pada arsitektur ini.

2. Bentuk mengikuti fungsi bangunan

Prinsip utama arsitektur modern yang berikutnya adalah fungsional. Hal ini berarti bahwa bangunan yang dibangun akan disesuaikan dengan tujuan utamanya, yakni memaksimalkan fungsi dari keseluruhan area yang ada. 

Prinsip ini dibuat sesuai dengan perencanaan fungsi dari masing-masing area yang akan dibangun, yang mana setelahnya, barulah bentuk bangunan mengikuti fungsi yang sudah direncanakan sebelumnya. Prinsip ini mengikuti teori yang diciptakan oleh seorang arsitektur Amerika bernama Louis Sullivan.

Ciri khas desain arsitektur modern

arsitektur modern
iStock

Jika Sedulur ingin mengenal lebih jauh mengenai desain arsitektur modern ini, cobalah untuk menyimak beberapa ciri khas berikut.

1. Penggunaan teknologi

Ciri khas pertama arsitektur ini adalah penggunaan teknologi. Pada arsitektur ini, penggunaan teknologi dan material yang berbeda dari desain arsitektur tradisional akan membuat para penghuni rumah lebih mudah dalam melakukan aktivitasnya. Konsep ini juga dikenal sebagai konsep smart home atau rumah pintar.

2. Ornamen yang lebih minim

Jika desain arsitektur tradisional mengutamakan estetika dalam pembangunannya, maka desain modern akan meminimalisir penggunaan ornamen. Penggunaan banyak ornamen, seperti ukiran kayu dan relief dinding pada desain tradisional dianggap tidak terlalu penting dalam desain modern, sehingga hal tersebut dihilangkan. 

3. Desain bangunan asimetris

Ciri khas lain dari desain modern adalah desain bangunan yang dibuat secara asimetris. Desain ini akan sengaja dibuat dengan bentuk tidak simetris maupun tidak mengikuti aturan tertentu. Penggunaan desain asimetris ini tentu saja karena konsep bangunan yang mengikuti fungsi, sehingga tidak terlalu memikirkan desain secara keseluruhan. 

Baca juga  Cara Mengurus Surat Nikah dan Biaya Administrasinya, Lengkap!

4. Mengutamakan ruang terbuka

Jika diperhatikan secara detil, pada arsitektur ini, suatu bangunan akan dibangun dengan keberadaan ruang terbuka di dalamnya. Konsep ini diterapkan untuk membuat penghuni merasakan suasana yang segar seperti di sedang berada di luar.

Keberadaan ruang terbuka ini juga akan membuat bangunan lebih terasa natural dan membuat para penghuni lebih nyaman dan tenang. Adanya ruang terbuka ini juga bisa menjadi salah satu penghilang stres, karena sirkulasi udara di dalam rumah yang fresh dan alami.

5. Menggunakan material campuran

Keunggulan bangunan tradisional dalam hal kekuatan konstruksi yang sangat baik menjadi daya tarik yang diadopsi desain modern. Kekuatan konstruksi tersebut memang tidak lepas dari kualitas material yang sangat baik, dibandingkan dengan material konstruksi masa kini.

Dengan demikian, desain modern juga menggunakan campuran antara material modern dan tradisional untuk mendapatkan efisiensi. Dengan begitu, beberapa material yang sering digunakan pada desain modern, yaitu besi, baja, beton, kaca transparan, dan kayu. 

BACA JUGA: 12 Desain Rumah Toko Minimalis Untuk Memulai Usaha 2022

6. Koneksi dengan alam

arsitektur modern
iStock

Desain modern juga dibuat dengan konsep yang bisa terkoneksi dengan alam. Artinya, desain arsitektur ini dibuat secara sehat, alami, dan ramah lingkungan. Contoh penerapannya adalah pembuatan taman di dalam rumah, penempatan beberapa tanaman hias dalam ruangan, serta pemasangan jendela besar transparan untuk melihat dunia luar. 

7. Memaksimalkan sumber cahaya

Cahaya memang menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Dengan memaksimalkan sumber cahaya yang masuk ke dalam ruangan, maka penggunaan listrik dapat diminimalkan. Hal inilah yang diusung oleh desain arsitektur modern.

Penggunaan jendela kaca transparan yang besar merupakan salah satu bukti penerapannya. Selain melihat dunia luar dalam hal koneksi dengan alam, jendela tersebut juga memungkinkan ruangan mendapatkan pencahayaan tanpa penggunaan listrik berlebih. 

Konsep ini juga bisa membuat bagian dalam bangunan menjadi lebih sehat. Mengapa demikian? Karena jendela kaca akan membuat sirkulasi udara lebih lancar dan membuat kualitas udara semakin baik bagi kesehatan.

8. Memaksimalkan fungsi ruangan

Ciri yang tidak akan lepas dari desain modern adalah memaksimalkan fungsi ruangan. Artinya, di dalam bangunan akan dibuat suatu ruangan yang bisa menjalankan beberapa fungsi. Penerapannya dapat dilihat pada penggunaan ruangan yang bisa dijadikan sebagai ruang tamu dan ruang keluarga, atau penggabungan dapur dengan ruang makan. 

9. Atap yang dibuat tinggi dan luas

Ciri khas lain dari desain modern adalah penerapan atap atau langit-langit yang dibuat tinggi dan luas. Konsep ini dipilih karena tidak hanya menciptakan kesan luas dan terbuka saja, namun juga bisa dijadikan sebagai tempat membangun mezzanine. Dengan begitu, semua area akan bisa dimaksimalkan fungsinya.

Contoh rumah dengan arsitektur modern

arsitektur modern
iStock

Berikut adalah contoh penerapan desain modern pada beberapa arsitektur rumah.

1. Rumah modern asimetris

Contoh pertama adalah kemunculan rumah berbentuk asimetris yang tidak terpaku pada bentuk dan sangat sedikit menggunakan dekorasi. Desain yang dibuat sesimpel mungkin ini memiliki balkon terbuka pada bagian atasnya dengan ruangan yang tertutup. 

Baca juga  Pengertian, Manfaat, Contoh dan Cara Kerjanya

Selain itu, pada lantai bawahnya juga terdapat ruangan besar tanpa sekat yang sudah ditentukan fungsinya masing-masing. Penggunaan dekorasi juga hanya berupa jendela-jendela kaca transparan yang besar dan kadang disertai dengan trails.

2. Rumah modern dengan material alami

Mengikuti ciri khasnya yang menyatu dengan alam, desain rumah modern dengan material alami dapat menjadi pilihan yang tepat. Desain yang bisa memberikan warna natural yang apik dengan bentuk sederhana ini menggabungkan hal-hal modern dengan hal-hal tradisional yang sangat cocok di era saat ini.

3. Rumah dengan balok dan beton ekspos

Gaya Hallmark pada desain arsitektur ini memberikan tampilan modern pada rumah yang bertekstur karena material yang digunakan terekspos dengan jelas. Bangunan dengan gaya industrial semacam ini bisa dipadukan dengan cat putih sehingga terlihat halus. Penambahan jendela besar pada balkon sebagai area terbuka juga membuat bagian dalam rumah mendapatkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik. 

BACA JUGA: 15 Desain Rumah 2 Lantai Minimalis dengan Berbagai Gaya

Penerapan dalam bangunan

arsitektur modern
The Modern House

Lebih jelasnya, berikut adalah beberapa contoh bangunan terkenal yang juga menerapkan konsep arsitektur modern dalam pembuatannya.

1. Bangunan Isokon di UK (1934)

Isokon di UK merupakan perumahan yang masih ada dan digunakan hingga saat ini. Bangunan yang terdiri dari 32 apartemen ini memiliki 24 tipe apartemen studio dan 8 apartemen tipe single bed. Dilengkapi dengan ruang staf dan garasi yang cukup luas, bangunan di London ini juga telah memiliki dapur umum yang bisa diakses oleh semua pengunjung bangunan.

Di tahun 2003, bangunan yang dibangun dengan material beton ini mengalami sedikit renovasi. Selain itu, bangunan yang terdaftar sebagai bangunan kelas I ini juga telah ditambahkan galeri komunal yang membahas mengenai sejarah tempat tersebut. Hingga kini, perumahan Isokon ini tetap menjadi salah satu landmark utama di Ibukota Inggris dengan konsep arsitektur yang menarik.

2. Rumah Kaca di AS (1949)

Bangunan lain yang menggunakan konsep desain modern adalah Rumah Kaca di Amerika Serikat yang dibangun pada 1949 oleh Philip Johnson. Dalam pembangunannya, beliau bereksperimen melalui penggunaan bentuk geometris dan dimensi. 

Penggunaan transparansi kaca pada bangunan tersebut juga membuat Rumah Kaca ini menjadi landmark ikonik yang sangat terkenal di dunia arsitektur modern. Rumah yang sebagian besar terbuat dari baja dan kaca ini memang sangat menawan dilihat dari sisi manapun. 

Demikian informasi mengenai sejarah desain arsitektur modern beserta ciri dan prinsipnya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Sedulur, terutama yang akan membangun rumah dengan desain modern. 

Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? Aplikasi Super solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.

Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat Aplikasi Super. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.




https://wvmuseums.org