apa itu saham

Pengertian, Jenis, Keuntungan dan Resikonya  


Apakah Sedulur tertarik untuk berinvestasi saham? Akhir-akhir ini, investasi saham cukup populer di kalangan masyarakat. Namun, sebelum Sedulur memutuskan untuk berinvestasi saham, alangkah baiknya untuk mengetahui apa itu saham.

Saham merupakan salah satu instrumen pasar uang yang paling populer saat ini. Saham, juga disebut sekuritas atau sekuritas persediaan menjadi surat berharga yang menegaskan kepemilikan suatu perusahaan atau badan usaha. Di bawah ini adalah penjelasan tentang apa itu saham, jenis dan risikonya.

BACA JUGA: 12 Perusahaan Terbesar di Indonesia, Ini Daftarnya

Definisi Saham

pilih bebas

Sedulur masih belum paham apa itu saham? Saham adalah surat yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa seseorang memiliki saham dalam suatu perusahaan atau badan usaha. Orang yang memiliki saham berhak atas sebagian kekayaan perseroan.

Selain itu, saham juga dapat diartikan sebagai tanda penyertaan seseorang dalam modal atau perseroan terbatas. Termasuk modal ini, pihak yang berhak atas penghasilan, kekayaan perseroan dan berhak menghadiri rapat umum pemegang saham (RUPS).

Seperti disebutkan di atas, pemegang saham berhak menerima dividen tergantung pada jumlah saham yang dimilikinya. Pendapatan dividen ini biasanya tergantung pada keuntungan perusahaan dan diatur sesuai dengan anggaran dasar perusahaan.

Penerbitan saham merupakan salah satu cara perusahaan memperoleh dana atau modal segar yang akan digunakan untuk pengembangan usaha jangka panjang. Saham itu sendiri dapat diperdagangkan melalui bursa dengan harga yang dapat bervariasi tergantung pada perusahaan dan kondisi ekonomi.

Penentuan saham menurut para ahli

pilih bebas

Untuk lebih memahami apa itu saham, berikut adalah definisi saham yang diberikan oleh para ahli.

1. Sri Hermuningsich

Menurut Shri Hermuningsey, saham adalah suatu bentuk surat berharga yang digunakan dalam perdagangan pasar modal, yang menurut sifatnya adalah milik. Saham-saham tersebut kemudian menjadi tanda penyertaan seseorang atau badan usaha dalam modal perseroan atau perseroan terbatas.

2. Sapto

Satp mendefinisikan saham, yaitu surat berharga, yang merupakan alat bukti kepemilikan atau penyertaan orang perseorangan atau lembaga dalam suatu perusahaan. Sedangkan pada umumnya, saham merupakan bukti penyertaan modal dalam kepemilikan saham perseroan.

3. Husnan Suad

Saham, dalam pengertian Husnan Suad, adalah lembaran-lembaran kertas yang menunjukkan hak-hak investor, yaitu pihak yang memegang kertas itu, untuk menerima bagian dari prospek atau kekayaan dari organisasi yang menerbitkan efek, dan berbagai kondisi yang memungkinkan investor untuk menjalankan haknya.

4. Irham Fahmy

Irham Fahmi menilai saham merupakan salah satu instrumen pasar modal yang paling banyak diminati investor karena mampu memberikan tingkat pengembalian yang menarik. Saham adalah surat-surat yang secara jelas menunjukkan nilai nominal, nama perusahaan, serta hak dan kewajiban yang dijelaskan kepada setiap pemiliknya.

Baca juga  Viral Gadis Cantik Jadi Pengamen Badut, Sampai Mau Diadopsi

5. M. Paulus Sitomorang

Paul Situmorang berpendapat bahwa saham merupakan salah satu bentuk penyertaan modal dalam perseroan terbatas, dengan beberapa keuntungan yang dapat diperoleh. Misalnya, dividen yang merupakan bagian dari keuntungan perusahaan juga akan dibagikan kepada pemegang saham, dan capital gain dapat digunakan sebagai keuntungan dari selisih jual beli saham. Menurut Situmorang, keuntungan finansial saham berasal dari kepemilikan saham berupa kekuasaan, kebanggaan, dan terutama hak suara dalam menentukan jalannya suatu perusahaan.

6. Taufik Hidayat

Pengertian saham menurut Taufik Hidayat adalah tanda penyertaan, saham atau kepemilikan seseorang atau lembaga tertentu dalam suatu perusahaan. Pemegang saham tersebut kemudian disebut pemegang saham dan kepemilikan saham tersebut berakhir jika investor tersebut menjual sahamnya kepada investor lain.

BACA JUGA: Kota teraman di Indonesia dan dunia yang perlu kamu ketahui

Jenis promosi

apa itu saham?
pilih bebas

Setelah memahami apa itu saham, berikut adalah jenis-jenis saham yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham.

1. Saham biasa

Saham biasa merupakan salah satu jenis saham yang merupakan pemilik sebenarnya. Ini berarti bahwa pemegang saham biasa mengambil risiko dan juga menerima keuntungan konstan. Jika kondisi perusahaan memburuk, pemilik saham biasa tersebut tidak akan menerima dividen. Namun, ketika perusahaan dalam keadaan sehat, pemegang saham biasa akan menerima dividen yang sangat besar dan bahkan memiliki kesempatan untuk memperoleh keuntungan tambahan dari saham tersebut.

Saham biasa juga dapat memberikan kepada pemegangnya hak untuk memberikan suara dalam rapat umum pemegang saham dan ikut serta dalam pemungutan suara menurut peraturan perusahaan. Ketika perusahaan ditutup secara permanen, pemegang saham biasa dapat memilih sisa modal di perusahaan dengan mengurangkan saham pemegang saham.

2. Saya lebih suka saham

Saham preferen adalah jenis saham yang memberikan hak khusus kepada pemegangnya untuk menerima dividen yang lebih tinggi dari saham biasa. Berikut ciri-ciri saham preferen yang perlu Anda waspadai karena banyak orang yang menggunakan jenis saham ini untuk berinvestasi:

  • Memiliki level yang berbeda dan dapat dikendalikan oleh karakteristik yang berbeda untuk setiap denominasi
  • Memiliki surat sanggup atas harta dan penghasilan serta mempunyai prioritas yang lebih tinggi dari saham biasa dalam pembagian dividen
  • Dalam hal dividen kumulatif, jika pemegang saham tidak dibayar pembayaran untuk periode sebelumnya, mereka dapat dibayar pada periode berjalan dan lebih cepat dari jadwal pada saham biasa.
  • Dalam hal konvertibilitas, saham preferen dapat dikonversi menjadi saham biasa dengan persetujuan antara pemegang saham dan organisasi yang menerbitkannya.
Baca juga  Bachelor Degree & Perbedaannya dengan Sarjana di Indonesia

Resiko investasi saham

pilih bebas

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham, Sedulur harus menyadari risiko yang ada. Berikut ini penjelasan mengenai risiko yang terkait dengan investasi saham yang perlu Anda waspadai dan perhatikan.

1. Kehilangan modal

Saat berinvestasi di saham, investor mungkin menemukan diri mereka dalam situasi di mana mereka harus menjual saham mereka dengan harga kurang dari harga beli. Misalnya, beberapa saham yang dibeli terus-menerus jatuh, yang pada akhirnya menyebabkan investor menjual sahamnya dan juga mengalami kerugian.

2. Risiko likuiditas

Jika perusahaan tersebut pailit, ada risiko perusahaan tersebut dapat dibubarkan. Risiko lainnya adalah pemegang saham akan menerima giliran terakhir setelah semua kewajiban perusahaan dipenuhi dan dibayar. Jika perusahaan tidak memiliki sistem sama sekali, maka pemegang saham tidak dapat menerima hasil likuidasi sama sekali.

3. Delisting saham dari bursa

Risiko berikutnya yang mungkin dihadapi investor ekuitas adalah pembatalan bursa sehingga saham tersebut pada akhirnya bisa dijual.

4. Kehilangan aset

Risiko terakhir dalam berinvestasi saham adalah Anda bisa kehilangan aset Anda ketika harga beli saham tersebut sangat tinggi dibandingkan dengan harga jualnya.

BACA JUGA: 10 kota teratas di Indonesia, berapa nomor kota Anda?

Tips Investasi Saham

Berikut tips berinvestasi saham untuk meminimalkan kerugian yang perlu Anda pahami.

1. Lihat Reksa Dana Saham

Cara termudah bagi seorang Sedulur yang sedang belajar berinvestasi saham adalah dengan melihat saham-saham yang dimiliki oleh seorang manajer investasi yang mengelola reksa dana saham.

2. Saham blue chip

Bagi pemula, investasi ekuitas dapat dilakukan dengan berfokus pada saham-saham unggulan yang berasal dari perusahaan dengan kualitas terbaik yang diperdagangkan di bursa. Jenis saham ini dianggap paling aman untuk menghindari risiko dan menjanjikan stabilitas keuntungan yang lebih besar. Salah satu contohnya adalah saham-saham unggulan di bursa, yaitu Bank BCA, Unilever Indonesia, dan Bank BRI.

3. Diversifikasi

Untuk meminimalkan risiko investasi saham, Sedulur dapat memverifikasi investasi tersebut. Artinya, jangan menaruh semua uang yang dimiliki Sedulur ke dalam stok. Tes ini bisa menyelamatkan Sedulur jika nanti bursa saham ambruk.

4. Pilih jangka panjang

Tips selanjutnya adalah Sedulur: Tahan godaan profit cepat dan raih profit tinggi. Pilih investasi jangka panjang, karena perusahaan pasti membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang.

Baca juga  Pengertian, Klasifikasi, Ciri-ciri & Manfaatnya

5. Berhati-hatilah saat mencari perdagangan online

Saudara-saudara, jangan tergoda untuk mendapatkan keuntungan cepat dan besar dalam waktu singkat melalui perdagangan saham. Perdagangan saham adalah usaha untuk membeli dan menjual saham dalam waktu yang sangat singkat, seperti seminggu atau bahkan sehari.

6. Beli saham saat jatuh

Peluang besar, jika harga saham turun, Anda bisa mendapatkan keuntungan dengan membeli saham. Namun, ada satu hal yang perlu Anda perhatikan saat memilih saham yang harganya sedang turun, yaitu memastikan perusahaan memiliki hasil dan keuangan yang baik.

7. Carilah informasi yang dapat dipercaya dan bergabunglah dengan GMS

Berinvestasi saham sangat bergantung pada informasi dalam menentukan strategi. Oleh karena itu, gunakan sumber informasi yang valid agar dapat mengakses semua informasi promosi. Sedulur dapat mengunjungi sumber informasi yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia, yang dapat diakses secara gratis. Informasi yang diperoleh dapat berupa laporan keuangan, laporan tahunan, aksi korporasi dan keterbukaan informasi publik.

BACA JUGA: 12 jembatan terpanjang di dunia, hingga ratusan kilometer!

Cara membeli saham

pilih bebas

Dikutip dari laman Yuknabungsaham yang dioperasikan oleh Bursa Efek Indonesia, tentang cara membeli saham yakni investor harus menyiapkan dana sesuai harga saham, kemudian membayar biaya transaksi ke perusahaan efek (broker fee). Berkenaan dengan penjualan saham, jumlah dana yang diterima investor adalah nilai yang sesuai dengan harga jual saham, dikurangi biaya transaksi dan pajak penghasilan.

Biaya transaksi tentu saja akan berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas, namun biasanya 0,2–0,3 persen dari nilai transaksi pembelian saham (termasuk PPN) dan ditambah 0,1 persen PPh khusus untuk transaksi penjualan saham. Meski dihitung per saham, cara membeli saham juga tidak bisa dilakukan dengan membeli per saham, melainkan harus dilakukan dalam 1 lot. Menurut aturan resmi BEI, 1 lot sama dengan 100 saham.

Demikian penjelasan mengenai apa itu saham, jenis-jenisnya. Karena berinvestasi di saham memiliki risiko yang cukup tinggi, ada baiknya Sedulur memahami tips berinvestasi saham di atas.

Ingin punya bulan tanpa repot? aplikasi super larutan! Mulai dari kebutuhan pokok hingga kebutuhan rumah tangga ada. Selain harga yang murah, Sedulur juga bisa merasakan kenyamanan berbelanja dengan ponsel. Anda tidak perlu keluar rumah, produk Anda akan langsung dikirim.

Bagi Anda yang memiliki toko kelontong atau kios, Anda juga dapat berbelanja dalam jumlah besar atau grosir melalui aplikasi super. Harga dijamin lebih murah dan keuntungan akan lebih tinggi.




https://wvmuseums.org